Leave a comment

Anak dari Orang Tua Tunggal Lebih Emosional?

Perpisahan sepasang suami istri dikarenakan divorce, meninggal atau faktor lain, tentunya bukanlah hal yang diharapkan dalam sebuah keluarga. Bagi single parents, mengatasi segala hal sendirian dan berperan sebagai mama dan papa sekaligus, bukanlah perkara mudah.
Bagi anak, hidup dengan hanya salah satu dari orang tuanya akan terasa lain. Apakah hal itu berpengaruh terhadap kondisi emosional anak? Simaklah cerita dari single parents berikut ini:

* Joana (39) Saya tidak melihat masalah emosional terjadi pada anak saya. Ia tahu mama papanya berpisah itu hanyalah masalah geografi. Saya selalu menegaskan kepadanya kalau itu tidak mengubah kedalaman cinta kami. Saya tahu kadang ia merasa rindu kepada papanya, tapi saya mengingatkannya untuk selalu bersyukur karena keluarga lain mungkin saja memiliki cobaan yang jauh lebih berat daripada kami. Untungnya, anak saya bisa mengerti.

*Juliana (36) Tahun pertama tanpa suami sangat berat bagi kami untuk menerima kepergiannya. Cara mengatasinya, saya membiasakan mengajak anak melakukan pekerjaan rumah bersama seperti mencuci piring, membaca cerita dan berdoa. Ritual ini membantu saya dan anak melewati masa penyembuhan hati kami atas kehilangannya.

* Yudhistia (38) Mungkin ia merasa ada sosok yang kurang, namun saya melihat perlahan-lahan ia bisa mengatasi rasa sakit dan kerinduannya. Itu bisa teratasi karena ia menerima limpahan cinta dan perhatian tidak hanya dari saya, tapi juga dari keluarga besar seperti nenek, kakek, bibi dan pamannya.

Advertisements

Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: