Leave a comment

ISTRIKU TIDAK CANTIK

Begitulah judul yang diberikan oleh tulisan Bapak Totok Kusmanto di halaman group suara inspiratif, Jum’at 28 Februari 2014 sekitar pukul 15.00 wita. Sepintas, saya penasaran dengan isi dari tulisannya, dan ingin mengetahui kenapa dia memilih istrinya yang tidak cantik itu. Setelah saya baca sampai huruf terakhir,  saya menilai bahwa ini suara hati yang sangat bagus, dan ada hal yang bisa kita ambil di dalamnya. Berikut tulisan lengkapnya:

ISTRIKU TIDAK CANTIK

totok kusmanto

Totok Kusmanto & Istri

Istriku tidak cantik, standar dan biasa saja. Aku juga sadar bahwa dia tidak cantik tapi tidak buruk dan kalau bersanding denganku maka aku nampak lebih rupawan dari dia. Badannya kecil ada dibawah dadaku, juga kulitnya agak kasar, lebih halus kulitku, satu lagi badannya tidak semontok badan tipe idaman pria.

Aku menyadarinya ketika aku sudah menikahinya, namun aku sadar bahwa aku telah memilih dia dengan ikhlas dihatiku, kan aku yang memilih, bukan dia yang memaksa, dan walau istriku tidak cantik, namun aku mencintainya. Allah taburkan rasa cinta itu ketika malam pertama aku bersamanya.

Dimataku dia tetap tidak cantik, namun aku nyaman bila melihat senyumannya. Dia selalu menerima apa adanya aku, sempat aku pulang tidak bawa gaji seperti yang dijanjikan di lembar penerimaan karyawan bahwa gajiku tertera 4 juta sekian-sekian, namun karena aku selalu terlambat dan juga sering bolos lantaran mengantar si kecil ke rumah sakit dan juga si sulung ke sekolah maka hampir 40 % gajiku dipotong. Syukur dia tidak bersungut-sungut, malah segera bersiap menukar menu makanan dengan yang lebih sederhana dan bersikeras meminjam komputer butut kami untuk menulis artikel yang dikirimkannya ke beberapa majalah yang terkadang satu atau dua artikel ditayangkan, dan baginya itu sudah patut disyukuri bisa menambah sambung susu anakku.

Istriku tidak cantik, namun aku ingat, banyak sekali sumber daya alam yang buruk bahkan legam dan membuat tangan kotor namun tetap dicari, diburu dan dipertahankan orang, seperti batubara. Istriku mungkin bukan emas, dia mungkin batubara, keberadaannya selalu menghangatkan hatiku dan selalu membuatku tidak merasakan resah. Aku membayangkan bila aku menyimpan batubara satu kilo dirumahku dibandingkan dengan menyimpan emas satu kilo dirumahku, maka aku tidak akan dapat berjaga semalaman bila emas yang kusimpan. Namun bila batubara yang ku simpan, aku masih punya kebanggaan ada barang yang ku simpan yang cukup berharga, namun aku tetap dapat tidur nyenyak dengannya.

Bayangkan bila istriku sangat cantik, mungkin aku tidak akan tenang membayangkan dia ke pasar dilirik semua lelaki, membayangkan dia sms-an dengan bekas pacar-pacarnya dulu, membayangkan mungkin dia bosan padaku. Akh.. aku bersyukur istriku tidak cantik sehingga aku bisa tidur nyenyak walau banyak nyamuk sekalipun. Istriku tidak cantik, namun dia adalah istri terbaik untukku.

Pesanku:
“Aku selalu melihat sisi baik dari istriku yang membuatku merasa sama dan nyaman dengannya.”

Sampai saya menulis artikel ini ada 13 orang yang menyukai tulisan tersebut  dan selain saya ada dua yang menulis komentar. Ade Syamsiar P Pudji dalam komentarnya menulis “@Bapak termasuk suami yg patut di teladani n di contoh oleh para lelaki calon suami atau calon bapak”. Komentar berbeda disampaikan oleh Taswin Imransyah. Alumni Universitas Hasanuddin tahun 1991  Jurusan Hukum perdata ini menulis “Ada yg lg gombal isterix.. Hehehhehe”.  Bagaimana menurut Anda?

 

Advertisements

Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: