Leave a comment

Mengenang 1 Tahun Meninggalnya Hj. Aisyah

Selasa 18 Maret 2014, Dr. Syamsiah Densi sepupu dua kalinya mama mengadakan acara yasinan di rumahnya Jl. Tanjung Alang No. 70 Makassar. Kegiatan ini untuk mengenang 1 tahun meninggalnya Hj. Aisyah (Ibu dari Dr. Syamsiah) dan 12 tahun meninggalnya H. Densi Raung (Bapak dari Dr. Syamsiah). Tante Tika yang selama ini jaga anakku Yusuf kalau saya pergi kerja, sudah sejak senin sore ada di sana. Dia yang diberi amanah untuk menyiapkan konsumsi, bersama beberapa keluarga yang lain. Karenanya pada hari selasa itu saya bawa yusuf ke Tanjung Alang. Namun sebelumnya saya singgah dulu absen di Kantor baru mengantar Yusuf ke sana kemudian kembali ke kantor beraktifitas. Di acara ini saya diberi amanah untuk bertugas sebagai MC. Acaranya sore jam setengah empat. Yang diundang hnya keluarga dekat.Yasinan (3)

Jam tiga lewat saya meninggalkan kantor, namun sebelumnya saya sudah minta izin sama pak Adhi Santoso. Sampai di rumahnya tante, semua persiapan sudah hampir kelar. Tinggal menata makanan di meja. Menunya buras, udang saus, kari ayam dan ayam goreng serta sambel dan kerupuk. Sementara untuk snacknya banyak sekali karena keluarga yang datang juga pada bawa semua. Ada jalangkotek, nagasari, lapis, kue tart dan beberapa kue tradisional lainnya, serta bubur kacang hijau. Meja bufe disimpan di ruang tamu sedangkan untuk snack disebar dibeberapa tempat, ada di ruang keluarga, teras, juga di ruang tamu sehingga para tamu bisa mengambilnya dengan mudah.

Karena hujan, keluarga banyak yang datangnya terlambat sehingga acara baru dimulai setengah lima. Ada sekitar 30 orang yang hadir diantaranya, Asri anaknya tante saerah, Hj. Muluk, Tante Nia, Tante Halima, Tante Ipo, Nenek Minda, tante Halima dan Om Baso, dan masih banyak lagi. Acara di awali dengan yasinan, dimana semua yang hadir membaca yasin bersama-sama yang dipimpin oleh Ustadz Abdul Rahman. Dilanjutkan dengan ceramah agama dan do’a bersama untuk almarhum. Setelah itu baru makan-makan.

Ba’da magrib baru saya dan Yusuf Pulang. itupun sudah hampir Isya karena Zaki anaknya Dokter menangis, tidak mengizinkan Yusuf Pulang dulu. Dia masih mau main sama Yusuf. Setelah lama di bujuk barulah kami bisa pulang. Jarak Tanjung Alang ke Rumah adalah 16 Km. Sepanjang jalan dari Tanjung Alang sampai pettarani Yusuf masih  aman, alias tidak tidur. Dia senang liat kendaraan, dan paling sering komentar jika ada tulisan yang dia liat di sepanjang Jalan. “Itu huruf A mama, itu C, itu S dan masih banyak lagi celotehnya. Begitu memasuki Hertasning yang sedikit gelap, matanya pun mulai redup dan tertidur. Untung ikatannya di badan saya kuat sehingga tidak menganggu lajunya motor. meski sesekali kepalanya miring ke kiri atau ke kanan tidak berpengaruh banyak. Dia terbangun setelah sampai di perempatan ujung Hertasning.

Kami tidak langsung pulang ke Rumah, kasi singgah di rumahnya Tante dulu, antarkan makanan buat Om. sudah itu baru sampai di rumah. Setelah sholat Isya kami langsung tidur, karena sedikit lelah. Hari ini saya bersyukur, sebab semuanya berjalan dengan lancar, Yusuf juga pintar bersosialisasi, sehingga saya juga bisa membantu maksimal dalam acara ini. Trimakasih Ya Allah semua ini karena kebesaranMu.

Advertisements

Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: