Leave a comment

Tentang Cinta…..

OLYMPUS DIGITAL CAMERASahabat….

Alhamdulillah, Setelah beberapa waktu yang cukup lama saya tidak menulis di sini, akhirnya Allah menggerakkan seluruh energi saya untuk kemballi mengurai kata dan isi hati yang telah lama tersimpan. semoga para pembaca blog saya ini senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Kali ini saya akan menulis tentang Cinta……Sebuah kata yang selalu mnarik untuk dibahasakan, selalu indah untuk diceritakan. ya….betul sekali..Cinta memang selalu menarik untuk dibicarakan. Sejak kisah Cinta Nabi Adam dan Hawa hingga kisah cinta manusia yang paling terakhir dilahirkan pun akan tetap indah.

Dalam idup sehari-hari ada banyak cinta yang bisa kita lihat, rasakan dan dapatkan setiap hari. Namun sayangnya seringkali kita tidak menyadari hal itu. Ketika kita mencintai sesuatu maka seluruh jiwa dan raga kita akan cenderung kepadanya. Bahkan waktu berlalu begitu cepat saat kita bersama yang kita cintai. Cinta bisa membuat kita bahagia tetapi bisa juga membuat  kita sengsara. Agar tidak salah dalam mencinta, pecinta sejati mengetahui dengan siapa dia harus jatuh cinta. Dengan begitu dia dapat menempatkan cintanya dengan sempurna pada apa yang dicintainya. Mencintai dengan sempurna hanya bisa kita lakukan jika kita menempatkan cinta itu sesuai dengan kadarnya. Misalnya anak-anak kita akan lebih kita cintai ketibang mobil mewah yang kita beli dengan mahal……..

Tentang cinta Allah berfirman Pada surat At-Taubah [9]:24

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalan nya, Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”(Qs. At Taubah[9]:24)

Dari ayat ini menunjukkan bahwa sejatinya, Cinta kepada Allah itu lebih utama dan merupakan cinta yang tertinggi. Karena itu Cinta bisa disederhanakan menjadi dua bagian yaitu:

a. Cinta Kepada Makhluk

Cinta kepada sesama makhluk pada hakekatnya harus menjadi personifikasi cinta kepada Allah SWT. Artinya, ketika kita mencintai saudara kita, anak-anak, orang tua, pekerjaan dan yang lainnya, maka cinta-cinta ini harus disandarkan pada kecintaan kita kepada Allah SWT. Sering timbul pertanyaan, bagaimana mencintai seseorang karena kita mencintai karena Allah.

Contoh sederhana yang dapat kita pelajari misalnya; ketika laki-laki mencintai wanita karena Allah maka sang laki-laki harus berlaku jujur, setia, mengasihi dan tidak melakukan sesuatu yang di benci Allah, yaitu bermaksiat. Ia lebih mendahulukan ridho Allah dari pada orang yang di kasihinya. Ia mampu menahan diri dengan tidak mengikuti hawa nafsunya yang menyebabkan ternoda kemurnian cintanya. Maka itu berarti kita berada pada jalan kecintaan karena Allah SWT.

Dari rasa cinta kita kepada makhluk yang terpenting adalah cinta kita kepada sesama muslim. Inilah cinta yang akan melahirkan bangunan kokoh persaudaraan, hati menjadi lapang, beban terasa ringan, wajah ceria penuh senyuman. Ikatan cinta antara sesama kaum muslimin merupakan salah satu indicator keimanan yang sempurna. Dari Anas Bin Malik r.a. RAsulullah bersabda: “Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”. ( Hr. Shoheh Muslim )

Dalam hadits lain, dari riwayat Abu Hurairah ra. Rasulullah bersabda:

“Di hari kiamat nanti, Allah Swt, berfirman,” Dimanakah orang-orang yang saling mencintai karena keagugan-Ku?. Hari ini mereka Aku naungi dengan perlindungan-Ku, di hari ketika tidak ada perlindungan kecuali perlindungan-Ku.”.

Maksud dari kata keagungan-Ku dalam hadits ini adalah didasari oleh keagungan dan taat kepada Allah, bukan karena landasan kepentingan duniawi atau tujuan-tujuan pribadi yang materialistis.

b. Cinta Kepada Allah SWT

Mencintai Allah adalah cinta dalam tingkatan yang paling tinggi. Mencintai Allah berarti tidak memberi kesempatan kepada jiwa untuk mencintai yang lain. Seperti tergambar dalam sebuah ayat:

“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman Amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah Amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)”. Qs. Al-Baqarah [2]:165

Dalam ayat ini di gambarkan bahwa orang yang benar-benar mencintai Allah adalah orang yang tidak punya sesembahan-sesembahan lain yang dapat menandingi cintanya kepada Allah. Dengan kata lain, mencintai Allah adalah karena Allah sendiri bukan karena yang lainnya.

Hal yang paling mudah dipahami oleh akal pikiran mengapa kita hanya patut mencintai Allah adalah karena anugerah nikmat yang telah di berikan Allah kepada kita. Kenikmatan yang seluruh manusia tenggelam di kedalaman samuderanya, yang mengiringi manusia bersama hirupan napas dan detak jantungnya, yang menyertainya di setiap tempat dan waktu, yang bersama keluasan dan keabadian-Nya semata bersumber dari Dzat Allah Swt.
Rasulullah bersabda:
“Cintailah Allah karena nikmat yang di anugerahkan kepada kalian, cintailah aku karena cinta kalian kepada-Nya, dan cintailah ahlulbaitku karena cinta kalian kepadaku” (Hr. Tirmidzi dan Hakim)

Advertisements

Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: