Leave a comment

Ini Pilihanku Untuk Indonesia Yang Lebih Baik

Di TPS ini saya mencoblos

Di TPS ini saya mencoblos

Rabu 9 April merupakan momentum bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia. Betapa tidak, hari itu ditetapkan KPU sebagai pemilihan anggota legislatif mulai DPRD kabupaten/Kota, DPRD Provinsi, DPD dan DPR RI.
Awalnya saya sedikit khawatir tidak bisa menggunakan hak suara saya sebab sampai H-1 pemilihan, saya belum menerima undangan untuk datang ke TPS. Tetapi ketika saya bertanya untuk yang terakhir kalinya ke Ibu RT tempat tinggal saya, wanita yang disapa Daeng Bau itu mengatakan bahwa saya cukup membawa KTP saja ke TPS, pada pukul 12.00 Wita.
“Bisaji Mama Yusuf, bawamiki saja KTPta ke TPS 07, depan rumahnya Bu Angging. Tapi Jam 12 pi di,” kata Dg Bau saat itu.

Pencatatan Data

Pencatatan Data

Ok, ini lampu hijau menurut saya.
Hari rabu, 9 April. Ini waktunya tuk mengunakan hak saya. saya memilih di TPS 07 Kecamatan Somba Opu, Kelurahan Samata, Kabupaten Gowa, sekitar 20 meter dari rumahku. Jam 12 masih lama. jadi saya prepare semua urusan rumah dulu. Kebetulan hari itu teman2 di pondok Citra sudah request dari hari minggu agar hari ini bikin acara bakwang. Jadi saya pikir sambil menunggu saya siapkan juga bakwangnya, biar selesai mencoblos tinggal makan deh.

Karena hujan deras, saya tidak bisa On time ke TPS jam 12. Klu tidak salah sudah hampir setengah satu. Saya menggunakan celana jena biru, baju kuning, jilbab kuning juga. Sendalnya pakai sendal jepit saja berwarna merah kombinasi putih, ini karena hujan. KTP sudah saya siapkan. Anak saya yang ganteng juga ikut ke TPS.
Jumlah wajib pilih yang terdaftar di TPS 07 sebanyak 381 orang, namun yang menggunakan hak suaranya hanya 95%. Ini angka yang sangat bagus. Sementara pemilih tambahan yang menggunakan KTP ada 15 orang. TPS mulai buka pada pukul 07 pagi. Saya lihat Lurah Samata, Agussalim DM juga ada di TPS.

Suasana TPS sudah sepi, tidak ada yang antri. Dg, Bau ada disitu dan menyapa saya dengan ramah, “Mama Yusuf suarata (maksudnya saya agar memilih),” katanya. “Iye Bu, Makasih,” jawabku dengan ramah pula.

Segera kuserahkan KTPku ke petugas yang mencatat data warga yang datang memilih. Petugas itu langsung mencatat nomor KTP dan namaku serta alamat setelah itu KTPku diserahkan kembali ke saya dan saya menuju tempat pengambilan surat suara. saya diberi 4 macam, untuk DPR RI, DPD, DPRD Sulsel dan DPRD Kabupaten Gowa. Yusuf, anakku yang pintar itu juga ikut asuk ke bilik suara. Bilik suaranya terbuat dari kardus.

Pilihan untuk DPR RI

DPR RI

DPR RI

Surat suara yang pertama saya buka adalah untk DPR RI. di situ ada banyak nama, namun Saya memilih Ibu Aliyah Mustika Ilham, Nomor 3 dari partai Demokrat. Inilah kata hati saya. Saya memilih dia bukan karena dia dipartai demokrat, tetapi lebih kepada figurnya. Alasan saya sangat sederhana, saya suka dia. Waktu saya jadi wartawan saya pernah ketemu dia dan pernah foto sama dia. sejak saya mengenalnya saya selalu memperhatikan dia terutama cara dia berpenampilan, cara dia mengenakan jilbab juga yang lainnya. Apa yang ada di hati Ibu Aliyah itu terpancar di wajahnya, bagaimana dia tersenyum dan bagaimana dia memandang. Saya melihat ketulusannya.

Tiga hari menjelang pemilihan, saya bermimpi bertemu Ibu Aliyah, dia mengajak saya untuk mengambil buah jeruk di atas bukit. Jalanannya becek dan licin sekali. dia memegang tangan saya dan kami berlari menuju pohon jeruk tersebut. kami sampai disana, kami tersenyum melihat buh jeruk yang besar dan ulitnya sudah kuning. setelah saya bermimpi saya ingin sekali ketemu dengan Ibu Aliyah, tetapi saya tau dia sibuk. saya juga sibuk bekerja. Saya ingin sekali menyampaikan mimpi saya itu kepada beliau. Namun sampai hari ini saya belum ketemu dia. Seorang teman saya menyarankan untuk ke Clarion saja, kebetulan Ibu Aliyah ada di sana, tetapi karena saya sibuk kerja saya tidak bisa. Alhamdulillah teman saya memberikan saya pin BBnya sayapun invite dan ibu Aliyah menerimanya. Bagi saya meskipu belum ketemu sekarang, dengan berteman di BB itu sudah cukup mengobati kerinduan saya untuk ketemu. Suatu saat nanti, diwaktu yang tepat saya akan bertemu Ibu Aliyah lagi.

Saya yakin ketika saya memilih Ibu Aliyah itu sudah benar.

DPD RI

DPD RI

 

Pilihan Untuk DPD RI

Surat suara kedua yang saya buka adalah untuk DPD RI. Disini juga banyak pilihan dan saya memilih Ustad Aziz Kahar Muzakkar. saya juga punya alasan memilih dia.Ini juga kata hati saya. Saya mengenal Ustad Aziz sejak dia mencalonkan diri sebagai guburnur pada tahun 2009 lalu. Dan meskipun saya tidak mengenalnya, hati saya tetap memilih dia. Saya yakin dia Amanah, dia dekat pada Allah dan ketika saya memilih dia saya tidak salah memilih.

 

Pilihan Untuk DPRD Sulawesi Selatan

DPRD Sulsel

DPRD Sulsel

Surat suara yang ketiga adalah DPRD Sulsel. Sama seperti surat suara sebelumnya, pilihannya juga banyak, warnanya juga cantik-cantik. Tetapi saya tidak punya kandidat khusus. Sebenarnya saya punya kandidat, KK Haidar Majid dan kk Enre C. Lantara, tetapi mereka semua di dapil Makassar. Sementara saya memilihnya di Gowa. Agak lama saya memilih siapa yang saya kenal dan layak. Sampai Yusuf ngoceh “mama ayo tusuk lagi mama” katanya. Akhirnya pilihan saya jatuh ke Ibu Andi Tenri Olle Yasin Limpo, dari partai Golkar. Saya tidak begitu mengenal beliau. Melihat namanya saya ingat mamanya. Mamanya pernah menasihati saya lima tahun silam, ketika saya bertanya bagaimana dia mendidik anak-anaknya sehingga semua anakn-anaknya sukses. Ini nasihatnya “Do’a ibu untuk anak itu sangat penting. dan mereka semua itu sejak lahir, setiap adzan di mesjid saya bacakan diubun-ubunnya 3 kul (kulhuwallahu ahad, kula’udzubirabbinnas dan kula’udzubirabbil falaq). lalu saya tutup dengan do’a untuknya. Inilah alasan saya memilih bu Tenri.

 

Pilihan Untuk DPRD Kabupaten Gowa

Surat suara yang ke empat adalah calon legislatif untuk kabupaten Gowa. selain pilihannya banyak, boleh dikata tidak ada satupun caleg disini yang saya kenal. Ini benar-benar pilihan yang sulit bagi saya. Saya sempat berpikir untuk tidak memilih, tetapi hati saya mengatakan saya harus tetap memilih, saya pun kemudian melihat-laihat lagi satu persatu nama yang tertera di kertas suara. Setelah memilah-milah, saya menemukan nama caleg yang sama dengan nama saya, Namanya Salmawati Hasanuddin, SAg. (hehe,kalau saya Salmawati, Spd) dari PKS. Sambil tersenyum saya berkata, sepertinya ini pilihan saya. Nama saya sama isnya Allah, dia bisa amanah. Bismillah, saya pun mencoblos nama caleg tersebut.

Usai mencoblos, surat suara dimasukkan ke kotak suara masing-masing dan mencelupkan jari kelingking pada tinta yang telah disediakan.

Bismillah

Bismillah

 

sebagai tanda

tinta sebagai tanda

kelingking ungu

kelingking ungu

Inilah pilihan saya untuk Indonesia yang lebih baik. Pilihan ini akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah dan ketika mereka terpilih, maka amanah yang besar berada di hati mereka. Para caleg ini bukan hanya bertanggung jawab kepada rakyat tetapi juga akan bertanggung jawab kepada Allah, juga kepada diri mereka sendiri. Jika mereka berjalan lurus seperti yang ditunjukkan oleh Allah, maka saya yakin mereka akan selamat dunia akhirat, tetapi jika mereka memilih jalan yang tidak diridhoi oleh Allah mulai dari proses pencalonan hingga saat menjalankan amanah tersebut, maka dia tidak akan selamat di dunia dan diakhirat. Dan ketika hukum di negara ini tidak bisa menjeratnya, maka sesungguhnya Allah hakim yang paling adil dan NERAKA JAHANNAM sangat luas untuknya. Dan jika mereka bersalah dan bertobat, sebenar-benarnya taubat, sesungguhnya Allah Maha Pengampun.

Bagaimana dengan Anda? Silahkan komentar!

Advertisements

Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: