Leave a comment

Cinta Bisa Mengubah Benci Jadi Bahagia

OLYMPUS DIGITAL CAMERAKebahagiaan itu tercipta bukan dari berapa banyak harta yang kita miliki. Kebahagiaan itu sangatlah sederhana. Kebahagiaan itu tidak bisa dibeli dengan apa yang ada di dunia ini. Kita bisa membuat diri kita bahagia melalui rasa syukur atas apa yang Allah berikan pada kita, menjaganya dan memanfaatkan apa yang Allah berikan untuk mendapatkan Ridho-Nya.

Kebahagiaan itu bisa kita dapatkan dengan cinta dan kasih sayang yang ada pada diri kita. Ketika kita membenci sesuatu apalagi itu orang lain, maka kita telah menciptakan ketidakbahagiaan dalam diri kita. Ketidakbahagiaan itu akan melahirkan tindakan yang tidak hanya merugikan orang lain tetapi juga diri kita. Tindakan itu akan nampak pada kata-kata yang keluar dati mulut kita juga cara kita bersikap kepadanya dan cara kita memperlakukannya.

Sesuatu atau pun seseorang yang kita benci sudah pasti akan kita perlakukan sangat tidak adil. Setiap berhadapan dengannya, setiap melihatnya, dan setiap berbicara dengannya kata-kata yang keluar dari mulut kita adalah kata-kata yang membuat dirinya sakit hati ataupun sedih. Mungkin saat itu kita merasa puas sebab telah membuat dirinya sakit hati atau paling tidak kita telah berusaha menyingkirkannya dari kehidupan kita. Tetapi kita tidak menyadari bahwa dengan sikap, tindakan dan kata-kata yang kita lakukan itu sebenarnya telah membuat hati kita semakin keras, dan semakin kotor pula. Karena tidak tahan dengan sikap kita, akhirnya seseorang itu pun pergi dari kehidupan kita mencari tempat yang mmbuatnya dia bahagia. Apakah kita bahagia dengan hal itu? TIDAK, itu adalah kebahagiaan palsu, bukan kebahagiaan sejati.

Sebaliknya, ketika kita mencintainya dengan segenap jiwa karena Allah maka kebahagiaan akan tumbuh dalam diri kita. Kalau kita membenci sesuatu apalgi itu manusia, cobalah kita introspeksi diri dulu. Cari tahu kenapa kita membencinya, sebab bisa jadi kebencian itu tidak berdasar sama sekali. Kalaupun memang ada dasarnya, tetaplah berbuat baik padanya dan jangan menyakiti perasaanya. Jadilah seperti air. Jangan menjadi batu ataupun api baginya. Terimalah dia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Temukan caranya bagaimana membuatnya berubah menjadi baik. Jangan berada di hadapannya sebab itu tidak akan membuatnya melangkah maju, tetapi berjalanlah di sampingnya, dan peganglah tangannya dengan erat lalu berjalanlah bersamanya menuju apa yang kita inginkan. Setap manusia memiliki cinta dan kasih, dan setiap manusia juga selalu membutuhkan itu dimanapun dan kapanpun. Ia ingin diperlakukan dengan baik. Saya yakin, dengan kasih yang kita miliki, itu maka akan melahirkan kebahagiaan. (Salmah Sumayya)

Advertisements

Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: