Leave a comment

Ketika Tuhan Mengambilmu Dariku

Tanggal 30 September 2014, langit duka menyelimuti rumah sepupuku “Wawan”. Istri yang sangat dicintainya kembali kepangkuan Ilahi Rabbi. Wanita cantik ini meninggalkan 2 orang putra yang masih balita. hari itu semua keluarga berkumpul di rumah duka aspol toddopuli makassar. Saat dikabari sama tante, kepalaku langsung tertunduk. “Secepat itu Allah mengambilmu kembali sepupuku” ucapku lirih.

asmi kKubuka facebook suaminya Wawan, ratusan ucapan tergores disana, foto-foto Asmi istrinya pun terupdate. Air matakupun jatuh membuat pipiku basah. Saya tidak bisa datang ke rumah duka untuk melayat, mengantar Asmi ketempat istirahatnya selamanya. Saya sedang tugas di luar kota, tepatnya di Kota watampone. Karena itu untuk mengenang semua kenangan yang telah terajut selama ini, kuabadikan dalam goresan tanganku. Tulisan ini saya muat di facebook pribadi saya salmahsumayya. Tulisan ini sengaja saya buat untuk adikku, saudaraku, sepupuku “Satriawan” Semoga Tuhan memberikan tempat yang Indah untuk “Asmi” di dalam syurga. Dan Allah memberikan kesabaran dan ketabahan pada keluarga yang ditinggalkan…

Ketika Tuhan mengambilmu dariku,

saat itu aku tak mampu menampung air mataku. Saat itu aku tak bisa menguraikan betapa sedihnya perasaanku. Egoku yang selama ini tersimpan rapi dalam jiwaku, merontah. memberontak. hatiku marah, tetapi tak tahu mau marah pada siapa?. dan… Air matakupun kembali jatuh. Melhat dirimu terbujur kaku di depan mataku, sungguh pilu dan sedih….sungguh kesedihan yang sangat dalam. Aku berusaha kuat, sebab aku tak mau anak-anak kita melihat air mataku.

Ketika Tuhan mengambilmu dariku…

Rasanya aku tidak percaya meskipun aku sendiri yang mengantar ke tempat peristirahatanmu yang terakhir. Rasanya tidak percaya meskipun aku yang menaburkan tanah diatas rumah terakhirmu dan menyiramnya dengan air serta mendo’akanmu sebelum aku kembali kerumah bersama anak-anak. Rasanya aku tidak percaya…aku berharap ini adalah mimpi buruk dalam hidupku.. Tetapi betapa piluh dan gundanya hatiku sebab itu adalah realita yang harus aku hadapi…

asmi 1Ketika Tuhan Mengambilmu dariku

Entah berapa jam dan berapa hari setelah kepergianmu aku dalam keadaan bingung. Aku tak tau harus berbuat apa. Hanya air mata yang bisa mewakili semua rasaku. terlebih saat aku melihat anak-anak kita yang masih balita. Semua keluarga, kerabat dan teman berusaha menguatkanku, tetapi aku masih tertatih untuk itu. Engkau adalah separuh jiwaku, yang kini telah pergi dari sisiku., pergi ke dunia yang berbeda…dan hanya Tuhanlah yang tahu kapan kita akan bertemu.

Sayang…tahuka kamu jika kebersamaan kita terlalu singkat bagiku untuk belajar hidup tanpa dirimu. Dan aku memang tidak pernah belajar untuk hal itu. sebab aku tak pernah menyangka jika tuhan akan mengambilmu dariku.

Hari-hari yang kulewati begitu hampa…entah berapa lama hal itu akan terjadi…

Ketika Tuhan Mengambilmu dariku

Saat itulah aku benar-benar menyadari betapa lemahnya diriku. Sebesar apapun cinta dan kasihku padamu aku tak mampu menjagamu. Tuhan menyadarkanku bahwa aku yang selama ini menganggap bahwa kamu adalah milikku, ternyata itu tidak terlalu benar. Kamu adalah Milik-Nya. Aku sedih sebab Tuhan telah mengambilmu dariku. Dala kesedihanku Tuhan membisikkan padaku bahwa Dia lebih menyayangimu, karena itu dia mengambilmu. Aku pun menyayangimu dan akan selalu menyayangimu. Jikapun esok Tuhan menghadirkan sosok yang lain dalam hidupku, tahtamu dalam hati dan jiwaku akan tetap kokoh, hingga Tuhan mempersatukan kita dan anak-anak kita di dalam Syurga. Selamat jalan Sayang, Selamat Jalan Asmiku Sayang, aku akan menjaga anak-anak kita, amanah yang diberikan Tuhan kepada kita…..

Advertisements

Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: