Leave a comment

Caleg PAN Minta Warga Kembalikan Rp 50.000

Ketulusan niat dan kesiapan mental para calon anggota legislatif pemilu 2014 akan teruji ketika dirinya tidak mendapatkan suara sepeti yang diharapkan. Sikap yang diambil caleg tersebut, ketika kecewa menunjukkan siapa dirinya dan bagaimana mentalnya. Membeli suara rakyat melalui money politik sebenarnya diharamkan dalam dunia perpolitikan, namun tingginya persaingan baik diinternal parpol maupun dieksternal parpol membuat para caleg melakukan berbagai upaya agar dirinya dipilih oleh masyarakat.
Serangan fajar merupakan senjata terakhir detik-detik menjelang pencoblosan. Mulai dari Rp20.000, atau Rp50.000 bahkan Rp100.000 dimasukkan dalam amplop beserta kartu nama yang ada gambar dan nomor urutnya di kertas suara dan dibagikan kepada warga di dapilnya. Praktek ini sudah menjadi rahasia umum di masyarakat. Apa yang dilakukan ini sudah menyalahi koridor, niatnya sudah kelihatan bahwa memang caleg tersebut ingin membeli suara masyarakat, bukan menyumbang masyarakat. Ketika suaranya tidak sesuai dengan harapan, maka caleg tersebut merasa kecewa dan dampak buruknya dia akan meminta kembali uang yang telah diberikan tersebut, seperti yang dimuat di kompas.com hari Jumat, 11 April 2014 | 13:47 WIB berikut ini:

Target Suara Tak Sampai, Caleg PAN Minta Warga Kembalikan Rp 50.000

Tiga-orang-ini-mendatangi-Panwas-Kolaka-akibat-diintimidasi-oleh-caleg780x390KOLAKA, KOMPAS.com — Tiga orang warga Kelurahan Sabilambo, Kolaka, Sulawesi Tenggara, mendatangi kantor Panwas Kolaka, Jumat (11/4/2014). Lukaman, Helmiati, dan seorang lagi yang namanya enggan disebutkan datang untuk melaporkan Susilia Subardi, calon anggota legislatif Partai Amanat Nasional (PAN) dari dapil II Kolaka.

Mereka merasa terintimidasi oleh caleg tersebut lantaran sang caleg meminta uangnya untuk dikembalikan. Mereka pun dianggap pengkhianat sebab tidak memilih caleg tersebut saat proses pencoblosan beberapa hari yang lalu.

Menurut mereka, kekecewaan caleg berjilbab ini dimulai saat perhitungan suara di TPS para pelapor. Suara yang diperolehnya tidak sesuai dengan harapan. Sejak itu, lanjut Helmiati, si caleg mulai meminta kembali uang yang telah dikeluarkannya.

“Dia kasih kita itu Rp 50.000 untuk satu kepala pada tanggal 7 April. Dia bilang pilih saya. Pas selesai perhitungan suara, eh uangnya diminta lagi. Katanya kita ini pengkhianat. Uang itu saya kembalikan Rp 100.000 karena saya berdua dengan orang yang di rumah. Setelah itu, saya datang di Panwas ini untuk melapor,” ucap Helmiati.

Hal senada juga disampaikan warga lain, Lukman, yang juga ikut melapor. Menurutnya, saat caleg itu meminta uang kembali, dia pun berharap agar suaranya juga ikut ditarik.

“Saya bilang kalau uang mau kembali suara juga harus kembali. Tapi saya merasa terintimidasi, makanya saya ke KPUD, mereka bilang lapornya ke Panwas. Makanya saya datang kemari,” tambahnya.

Anggota Panwas Kolaka, Lukman, menegaskan menerima sejumlah uang sebagai barang bukti. Panwas akan segera memanggil caleg yang dimaksud untuk dikonfirmasi. Jika terbukti, lanjutnya, maka caleg tersebut akan dikenakan sanksi dan hukuman yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Barang bukti ada uang sekitar Rp 300.000. Kami sementara periksa yang melapor. Nanti setelah itu kita panggil lagi caleg yang dilaporkan itu. Kalau terbukti pasti kita hukum sesuai dengan aturan yang ada,” tutupnya.

Sampai saat ini Kompas.com masih berusaha menghubungi Susilia Subardi untuk mendapat konfirmasi terkait tudingan ini. (Penulis: Kontributor Kolaka, Suparman Sultan/Editor: Caroline Damanik)

Selain di kompas.com, berita ini juga dimuat diTV nasional,  sosial media online, tribun news.com.

Advertisements

Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: