Leave a comment

Islam Memuliakan Pembantu/Bawahan/Karyawan

Anas bin Malik menceritakan, selama 10 tahun menjadi pembantu di rumah Rasulullah Saw belum pernah dikasari, baik dengan perkataan atau perbuatan. Ia belum pernah mendengar Rasulullah Saw menegurnya. “Mengapa kamu melakukan ini?” atau Mengapa tidak engkau lakukan itu?” (HR Muslim). Tetapi beliau selalu bersabda: “Allah yang menakdirkan, apa yang dikehendaki olehNya pasti akan dilakukan dan yang ditakdirkan pasti terjadi!”.

Nabi Saw “Sesungguhnya Allah Swt memasukkan tiga orang ke surga sebab sepotong roti atau segenggam kurma, atau makanan sejenisnya yang dapat memberi manfaat kepada orang miskin. Mereka itu adalah : 1. Tuan rumah (suami) yang memerintahkan isterinya mengeluarkan sedekah, 2. Isteri yang melaksanakan perintah suaminya itu dan 3. Pembantumu yang mengulurkan sedekah itu kepada orang miskin. Rasulullah bersabda : Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang tidak melupakan peran pembantu kita” (HR Imam ath-Thabrani dari sahabat Abu Hurairah).

Padahal kebaikan sedekah itu banyak: pahalanya dilipat gandakan 700 kali, menyebabkan keberkahan harta, menumbuhkan rasa cinta dari orang lain, dan sebagainya.

Jangan diberi pekerjaan yang tidak mampu dikerjakannya. Nabi Saw bersabda: “Apa yang kamu ringankan dari pekerjaan pembantumu bagimu pahala di neraca timbanganmu” (HR Ibnu Hibban).

Berilah gaji pembantu pada waktunya.

Nabi SAW menegaskan “Berikanlah kepada pekerja upah kerjanya, sebelum kering keringatnya. Dan beritahukan besarnya upah kerja pada saat dia sedang bekerja” (HR Imam Ad-Dailami & Al-Baihaqi). “Jangan dzalimi mereka, perlakukan secara baik. “Menzhalimi upah terhadap buruh termasuk dosa besar” (HR Ahmad).

Nabi Saw melarang mempekerjakan seorang buruh sebelum jelas upah yang akan diterimanya” (HR An-Nasaa’i).

Ada tiga golongan orang yang kelak pada hari kiamat akan menjadi musuhku. Barangsiapa menjadi musuhku maka aku memusuhinya. Pertama, seorang yang berjanji setia kepadaku lalu dia ingkar (berkhianat). Kedua, seorang yang menjual orang yang merdeka (bukan budak) lalu memakan uang harga penjualannya. Ketiga, seorang yang memperkerjakan seorang buruh tapi setelah menyelesaikan pekerjaannya orang tersebut tidak memberinya upah” (HR Ibnu Majah).

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw tentang pelayannya: “Pembantu saya telah berbuat keburukan dan kezaliman.” Maka Nabi saw bersabda: “Kamu harus memaafkannya tujuh puluh kali tiap-tiap hari” (HR Baihaqi).Rasulullah Saw mendoakan Anas bin Malik saat diantar ibunya menjadi pembantu di rumah beliau. “Rasulullah, Anas ini pembantumu, doakanlah dia”, kata ibunya. Kemudian beliau berdoa untuk Anas bin Malik. “Wahai Allah, berilah dia harta dan anak yang banyak serta berkatilah apa yang Engkau berikan“ (HR Bukhari).

Subhanallah, pembantu diperlakukan dengan penuh kasih sayang dan penuh kemuliaan dalam aturan Islam.

Advertisements

Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: