1 Comment

Bahagia dan Nikmatnya Hidup Dalam Keadaan Sakit

Salma hayek (42)Sakit, jika manusia ditanya tentang sakit maka tak seorangpun yang ingin merasakan sakit. mungkin karena dalam keadaan itu, tubuh terasa lemah dan tidak bisa melakukan aktifitas seperti biasanya. Saat sakit, badan sangat lemah dan hanya bisa berbaring di tempat tidur.

Tingkatan sakitpun bermacam-macam, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Bukan hanya tubuh yang lemah, tetapi semuanya terasa tidak enak. Mulai dari makanan yang rasanya hambar sampai pahit yang pada intinya bahwa perasaan kita ketika kita sakit itu sangat sulit digambarkan. Pokoknya tidak enak dehh.

Bagi mereka yang ada di tengah-tengah keluarganya saat sakit mungkin perlu bersyukur sebab ada yang merawat dan mengurusnya. Meskipun dia dalam keadaan sakit dia masih bisa melihat orang-orang yang dicintainya, dan ini bisa menjadi support dan obat psikologis dalam kesembuhannya. Tetapi ini bukan jaminan.

Dari sekian keluarga yang hidup dalam kasih, cinta karena Allah ada beberapa yang tidak bisa melakukan hal itu. Ada anggota keluarga yang tidak bisa menerima atau merasa keberatan untuk merawat keluarganya yang sakit. Apalagi sakitnya berkepanjangan. Ini hanya sebagian kecil saja.

Sahabatku..
Sunset di losari (1)Dalam tulisan kali ini bukan itu inti dari yang ingin saya sampaikan tetapi lebih bagaimana kita bisa merasakan kebahagiaan dan kenikmatan hidup meskipun dalam keadaan sakit. Memang tidak mudah tetapi jika kita mau maka kita pasti bisa sebagaimana kita bisa merasakan kebahagiaan disaat kita dalam keadaan sehat.

Sehat dan Sakit itu adalah pasangan yang tidak dipisahkan sebagaimana hidup dan mati, sebagaimana malam dan siang. Pada siang hari yang terang, kita bisa melihat indahnya jamrud khatulistiwa, birunya lau dan hamparan sawah yang menguning, aliran sungai yang indah ataupun hiruk pikuk dan riuhnya kendaraan di jalan raya. Lain halnya pada malam hari ketika bumi berselimut gelap. Di malam hari kita bisa menyaksikan ribuan bahkan trilliunan gemintang yang indah, rembulan ataupun kerlap kerlip lampu para nelayan di lautan yang luas. Bukankah ini suatu pemandangan yang indah.

Begitu juga ketika kita dalam keadaan sakit. Mungkin kita tidak bisa melakukan aktifitas seperti saat kita sehat tetapi ketika kita bisa membuka hati kita dan menerima keadaan sakit itu dengan tulus dan ikhlas sebagaimana saat kita sehat maka disitulah awal untuk bisa merasakan kebahagiaan saat sakit.

itulah yang saya rasakan saat ini. Dua hari terbaring lemah ditempat tidur sendirian, jauh dari sanak keluarga tidak membuat jiwaku lemah. Saya juga sedih karena jauh dari mereka, jauh dari anakku, jauh dari mama dan papaku, jauh dari orang-orang yang aku sayangi dan keluarga besarku. Tetapi karena aku punya Allah yang selalu ada bersamaku maka aku tak boleh lemah.

Ya, Allah bersamaku. Saya yakin bahwa Allah memberikanku sakit disaat saya jauh dikampungnya orang itu karena Allah ingin saya benar-benar merasakan kebesaranNya, merasakan indahnya bersama Allah. Memang saya tidak bisa sholat wajib dan sunnah atau membaca qur’an, atau tahajjud tengah malam sebab lagi berhalangan tetapi saya bisa larus dalam dzikir dan menyebut namaNya setiap detik sepanjang waktu. Ini adalah moment yang indah yang sulit saya dapatkan disaat saya sehat.

Saya menghubungi anakku Yusuf dan Mamaku melalui telepon. Mendengar suara mereka meskipun dari jauh itu seperti energi yang besar buatku. Sebab saya ada di sini (di Bone) juga untuk mereka terutama anakku Yusuf. Subuhanallah. Allahu Akbar.

Dua hari berbaring di tempat tidur tidak membuatku kekurangan apapun. Allah mengutus orang-orang pilihannya untuk membawakanku bubur dan juga obat. Begitu juga Allah mengutus seseorang untuk memberikanku support setiap saat. Bukankah ini semua nikmat Allah yang patut saya syukuri. Alhamdulillah…

Kepalaku yang sakit, hidungku yang tersumbat hingga sulit bernafas, badanku yang terasa ngilu dan air mataku yang tak henti keluar menyatu seperti kopi yang diseduh lalu diberikan sesendok gula dan kriemer. Lalu meneguknya sambil menikmati garis senja bersama pisang goreng dan sambal terasi. Nikmat bukan…

Dalam keadaan berbaring lemah saya mereview apa yang sebenarnya kurang tepat saya lakukan selama ini. Akhir-akhirnya ini asupan air yang saya konsumsi memang kurang. Begitu juga dengan dzikir pagi dan sore sering terabaikan. Jadi kesempatan inilah Allah mengingatkan saya bahwa saya harus memperhatikan agar lebih banyak minum air putih, meskipun sibuk tetapi dzikir harus tetap jalan. Dan yang lebih dahsyat lagi adalah bahwa disaat sakit seperti ini, Allah memberikan pelajaran betapa lemahnya seorang hamba dihadapan sang pencipta.

Selain itu yang harus kita pahami bahwa sakit itu adalah ujian dalam ibadah kita selama ini. Disaat seorang hamba sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaganya selama sakit. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW “Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, maka Allah memerintahkan kepada para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat sehat dan pada saat waktu senangnya.” HR Abu Imamah al Bahili. Dalam hadist yang lain Rasulullah bersabda :
“Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah mengutus 4 malaikat untuk datang padanya.”
Allah memerintahkan :
1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya
3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahnya sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya , maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa.

Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah memerintahkan kepada malaikat 1, 2 dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang hamba.
Namun untuk malaikat ke 4 , Allah tidak memerintahkan untuk mengembalikan dosa2nya kepada hamba mukmin. Maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata : “Ya Allah mengapa dosa2 ini tidak Engkau kembalikan?”
Allah menjawab: “Tidak baik bagi kemuliaan-Ku jika Aku mengembalikan dosa2nya setelah Aku menyulitkan keadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa2 tersebut ke dalam laut.”
Dengan ini, maka kelak hamba yang sakit itu berangkat ke alam akhirat dan keluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Sakit panas dalam sehari semalam, dapat menghilangkan dosa selama setahun.”

Jadi tidak ada lasan bagi kita untuk sedih disaat kita menderita sakit, sekecil apapun itu. Sebaliknya kita mesti bersyukur dan bahagia, sebab sakit adalah salah satu cara Allah agar kita terlepas dari dosa.

Sudut Kota Watampone, 31 Agustus 2014

Advertisements

One comment on “Bahagia dan Nikmatnya Hidup Dalam Keadaan Sakit

  1. ( muhasabah diri )
    Ya Allah ..
    ampuni jika dengan lisan ini hamba mencondongkan diri keneraka MU..
    ampuni jika dengan lisan ini hamba menyakiti, mencela,mengejek,memfitnah, menghibah saudara/i hamba Ya Robb..
    ampunilah diri ini Ya Allah..
    hamba tak ingin memelihara penyakit dalam hati

    Like

Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: