Leave a comment

Sholat, Kekuatan Iman dan Kekuatan Jiwa

Anakku, Sahabatku dan Saudaraku…..

yusuf sholatKali ini kita akan belajar bagaimana Sholat mampu memberikan kekuatan Iman dan Kekuatan Jiwa. Kita akan mengambil pelajaran dari kisah Urwah bin Zubeir.

Abu Abdillah atau Urwah bin Zubair bin Al-Awwam adalah cucu dari Abu Bakar Assiddiq dan merupakan salah satu dari sederet tabiin yang telah memberi tauladan kepada generasi islam sesudah beliau.  Pada saat mendapat tugas untuk menemui khalifah Al-Walid bin ‘Abdil Malik di ibukota kekhalifahan, yaitu Damaskus (Saat ini menjadi negara Yordania) di negeri Syam, kaki kirinya terkena pedang tajam.

Saat tiba di istana Al-Walid, luka tersebut sudah mulai membusuk hingga betis. Khalifah Al-Walid memerintahkan sejumlah tabib untuk mengobatinya. Namun setelah para tabib ini melihat kondisi kaki Urwah, para tabib berkata kepadanya,”Tidak ada cara untuk mengobati, kecuali dengan memotongnya,”.  Lantas apakah yang akan dilakukan Urwah? Ia tengah berhadapan dengan ketentuan Allah dan tidak ada cara untuk menghindari, kecuali hanya dengan kesabaran.

Tabib lalu menyarankan agar Urwah menggunakan sesuatu yang bisa menghilangkan rasa sakit tatkala betisnya dipotong, tetapi apa jawab Urwah? Ia berkata, “Demi Allah, saya tidak akan menggunakan sesuatu yang menghalangi akalku berzikir kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.

Para tabib berkata kepadanya, “Bagaimana kami akan memotong betismu wahai Urwah?” Ia menjawab, “Apabila saya memulai salat.Bila saya telah menjalankan salat kemudian saya sudah dalam kondisi duduk untuk membaca dan bertasyahud, potonglah betisku karena sesungguhnya saat itu saya merasa berada di hadapan Allah, tidak ada dalam hatiku, kecuali Allah Tabaraka wa Ta’ala.”  

Lalu kemudian Urwah pun sholat, ia membentangkan betisnya, sedang dia dalam keadaan duduk membaca tasyahud, dan setelah mengucapkan dua salam, ia menanyakan kondisinya, “Apakah kalian telah selesai memotong?’ Mereka menjawab, “Ya.” Mereka lalu membawa Urwah ke rumahnya sementara darah masih menetes dari betisnya. Sesampai di rumah, Urwah lalu memanggil anak-anaknya, tetapi yang datang hanya seorang. Lalu, ia bertanya, “Apa yang terjadi?” Mereka menjawab, “Semoga Allah membesarkan pahalamu wahai Urwah, anakmu yang besar meninggal.” Lalu, Urwah bertanya, “Apa yang terjadi?” 

Sungguh begitu kuat Iman dan Jiwanya menghadapi semua ini. Betis di hadapannya belum pula dikafani dan dikuburkan, darahnya juga masih mengalir, tetapi apa yang dikatakannya? Ia menghadap kepada Allah, lalu berkata, “Wahai Rabb, Engkau telah memberiku rezeki dua orang anak dan kini Engkau telah mengambil salah satunya dan meninggalkan yang satu. Maka, segala puji untuk-Mu atas apa yang telah Engkau ambil dan segala syukur untuk-Mu atas apa yang Engkau tinggalkan. Engkau telah memberiku dua betis, satu telah Engkau ambil dan satu Engkau sisakan. Maka, segala puji untuk-Mu atas apa yang Engkau ambil dan segala syukur untukmu atas apa yang Engkau tinggalkan. Kemudian, ia mengambil betis yang telah dipotong dan dipandanginya.” Lalu, ia berkata, “Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, sesungguhnya saya tidak berjalan denganmu ke tempat yang dimurkai Allah.”

Inilah kekuatan Iman dan kekuatan Jiwa yang melahirkan kesabaran serta penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah. Beginilah Rasulullah SAW mengajari kita untuk bersabar terhadap musibah, bersabar ketika mendapat kesulitan. Allah Tabaraka wa Ta’ala dengan firmannya,“Sesungguhnya pada mereka itu (Ibrahim dan umatnya) ada teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (pahala) Allah dan (keselamatan pada) hari kemudian. Dan barangsiapa yang berpaling, maka sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Kaya lagi terpuji.”

Anakku, Sahabatku dan saudaraku….

Bagaimana Khusyuknya sholat juga di contohkan oleh Imam Hatim al-Ashim . Suatu hari ia ditanya, “Bagaimana kondisimu ketika engkau melaksanakan salat, wahai Hatim?” Ia menjawab, “Ketika saya melaksanakan salat, saya jadikan Kakbah ada di hadapanku, kematian di belakanku, ash-Shirath di bawah dua telapak kakiku, jannah di sebelah kananku, neraka ada disebelah kiriku dan saya merasa Allah mengawasiku, lalu saya sempurnakan ruku dan sujudnya, kemudian bila saya telah mengucapkan salam saya tidak mengetahui apakah Allah akan menerima atau menolaknya.”

Manfaat sholat yang dapat menguatkan Iman dan Jiwa bisa kita raih jika kita sholat dengan Khusyu…

 

Advertisements

Tulis Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: